Ciri-Ciri Desain Furnitur Interior Shabby Chic

Karakter dari Desain Mebel Interior Shabby Chic

Desain shabby chic merupakan gaya desain yang menggambarkan suasana yang memiliki tampilan lembut dan feminim. Shabby chic artinya lusuh tapi elegan, penggunaan furnitur lama lusuh membuat gaya desain ini terlihat unik dan antik. Dipadukan dengan penggunaan warna-warna lembut, memperkuat karakter feminin pada ruangan yang menggunakan desain ini. Oleh karena itu, penggemar gaya desain ini kebanyakan adalah perempuan.

Kini gaya desain rumah shabby chic sudah mulai populer di Indonesia. Dengan berkembangnya peradaban di Indonesia, masyarakat kini memiliki gaya menata rumahnya agar suasana rumahnya terasa nyaman. agar mereka bisa memanjakan diri sendiri selama di rumah. Yuk kenali gaya desain yang satu ini, cari tahu konsep dan karakter dari desain interior shabby chic agar lebih mengenal ciri khasnya.

Desain Furnitur Interior Shabby Chic Dari Wisanka Indoensia

Sumber: pinterest

Furnitur berkonsep Shabby Chic Design

Yang dimaksud desain shabby chic adalah gaya yang menghadirkan suasana lembut dan terasa feminim. Desain shabby chic juga merupakan tampilan gaya vintage. Maka tak heran jika penggemar gaya desain ini kebanyakan adalah wanita. Gaya shabby chic ini adalah cara dekorasi yang unik dan romantis. Desain interior shabby chic menggunakan pilihan furnitur yang terlihat kuno dan terlihat aksen interior yang feminim.

Awal mula desain interior shabby chic ini berkembang di Inggris dan menghidupkan kembali jenis dekorasi yang sering ditemukan pada rumah-rumah di pedesaan yang terlihat lusuh, namun dengan tren daur ulang furnitur ini. Furnitur daur ulang terdiri dari sofa tua, tirai lusuh, cat lama dan sebagainya.

Daur ulang ini merupakan konsep shabby chic yang merupakan hasil dari desain shabby chic. Produk daur ulang sendiri merupakan salah satu elemen yang dianggap penting yang menjadikan shabby chic sebagai karya seni yang elegan secara keseluruhan.

Kini gaya desain interior shabby chic berkembang dengan mengkolaborasikan berbagai inspirasi dari berbagai bentuk dekorasi yang mengedepankan kesederhanaan dan kepolosan dalam desain. Dan untuk kamu ketahui, istilah shabby chic pertama kali dicetuskan oleh majalah The World of Interiors pada tahun 1980 dan menjadi sangat populer di Amerika Serikat pada tahun 90-an.

Karakteristik dan Fitur Shabby Chic Design

1. Menggunakan Warna-Warna Lembut Agar Berkesan Feminin

Gaya desain shabby chic merupakan gaya yang identik dengan feminitas dan keanggunan, sehingga penggunaan warna yang sesuai untuk menciptakan suasana tersebut adalah warna-warna yang lembut. Oleh karena itu, pilihlah furnitur dan perabot yang lembut dan berwarna feminin.

Pada gaya yang diterapkan, warna shabby chic yang banyak digunakan adalah putih, pink, hijau muda, dan biru muda. Jika Anda menyukai warna-warna lembut selain itu, silakan coba improvisasi ruangan Anda, jangan terpaku pada warna-warna yang biasa digunakan pada umumnya.

Ciri-Ciri Desain Mebel Interior Shabby Chic Wisanka Indoensia

Sumber: pinterest

2. Dikombinasikan dengan Furnitur Antik, Unik, Tidak Biasa

Furnitur yang digunakan pada ruangan bergaya shabby chic adalah furnitur yang terlihat lusuh dan usang yang sepertinya sudah menghabiskan waktu makan. Terlihat ketinggalan jaman menjadikannya memiliki keindahan tersendiri disertai dengan keindahan yang melekat pada barang bekas, dengan kesan yang unik dan antik. Jika furniture shabby chic ini ditata dalam ruangan dengan konsep yang baik dan benar, maka akan terlihat keindahan yang memiliki nilai seni didalamnya. Desain Mebel Interior Shabby Chic

Beberapa furniture interior khas shabby chic yaitu furniture yang menggunakan kursi kayu tua, pintu atau jendela yang terlihat lusuh, dan penggunaan frame kayu tua untuk dijadikan aksesoris pada kamar anda dalam konsep rumah shabby chic. Gunakan aksesoris antik untuk menghiasi gaya desain ini.

3. Menambahkan Dekorasi Dekorasi Tanaman untuk Mempercantik

Hiasan tanaman yang bisa menggambarkan sisi feminin dari bunga, juga bisa Anda aplikasikan pada gaya shabby chic ini. Untuk tanamannya, mawar adalah yang paling umum digunakan. Namun, bukan berarti tanaman lain tidak layak pakai. Pilih tanaman dengan bunga yang memiliki warna lembut yang menjadi ciri khas gaya desain ini.

Untuk dekorasi di balkon bisa menambahkan furnitur outdoor seperti meja dan kursi yang terlihat vintage dan terlihat kuno tentunya.

4. Hiasan Kain, atau Sofa dengan Motif Kain Berbahan Katun

Kain yang digunakan dalam model ini biasanya katun dan linen. Yang paling banyak digunakan adalah linen. Bahan kain ini bisa berupa taplak meja, gorden, sarung bantal, sofa, dan lain sebagainya.

Gunakan warna-warna lembut yang memiliki konsep satu tema seperti jendela dan sofa atau taplak meja yang memiliki warna dan corak yang sama. Sesuaikan temanya apakah akan menggunakan motif atau polos. Jika Anda ingin menggunakan pola, cobalah kain dengan motif bunga kecil.

Jika ingin memiliki nuansa shabby chic yang terlihat natural dan bernuansa hijau, Anda bisa mengaplikasikan shabby green. Dengan furnitur yang didominasi warna hijau muda. Penggunaan warna hijau memberikan kesan sejuk dan terasa natural. Selain itu penggunaan warna hijau juga cocok untuk diaplikasikan pada ruang keluarga shabby chic karena warna hijau juga dapat membuat suasana di rumah terasa hangat namun ceria.

Ciri-Ciri Desain Furnitur Interior Shabby Chic Dari Wisanka Indoensia

5. Ada Aksesoris Antik, Unik, Menarik dan Vintage

Asesoris yang sesuai dengan gaya desain shabby chic adalah asesoris yang unik, berpenampilan vintage, terlihat usang seperti hiasan dinding, menggunakan barang antik seperti vas foto, cermin dengan ukiran vintage atau tua dan lain sebagainya yang dapat terlihat klasik dan kuno. toples hias atau piring kuno juga cocok untuk dipajang di dinding ruangan untuk memperkuat karakter gaya desain pada ruangan.

Aksesoris rumah vintage bisa diaplikasikan pada desain rumah shabby chic. Aksesoris yang digunakan adalah handphone bekas, koper bekas yang terlihat lusuh namun menawan.

6. Sentuhan Antik Sangat Berpengaruh

Furnitur pada kamar tipe desain shabby chic memiliki karakter tersendiri yaitu furnitur yang terlihat lusuh dan seolah-olah telah termakan oleh waktu. Anda tidak harus selalu menggunakan furnitur lama, agar terlihat lusuh dan lusuh, kita bisa membuatnya sendiri menggunakan amplas pada bagian furnitur yang diinginkan.

atau bahkan barang bekas. Lemari pakaian dengan laci hingga meja kursi dicat berulang kali dan dibuat agar terlihat kusam seperti kuno. Untuk item yang terbuat dari kain biasanya dipilih linen dan katun dengan motif floral. Tirai pada jendela biasanya dibuat tipis dengan warna putih pucat atau bahkan kuning. Terakhir, Anda bisa menempatkan cermin yang cukup besar pada ruangan dengan desain shabby chic ini. Desain Mebel Interior Shabby Chic

Shabby chic merupakan desain kasual untuk diterapkan di rumah Anda. Anda bebas mencampur elemen vintage yang Anda sukai. Dengan tampilan artistik maksimal, desain lusuh chic ini tidak akan menghabiskan banyak uang.

Desain Mebel Interior Shabby Chic | Furnitur Modern Indonesia | Gudang Furnitur Kontemporer