Menteri Koperasi Usaha Kecil dan Menengah Indonesia
Kunjungan Menteri Koperasi Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia, Drs. H. Teten Masduki didampingi oleh Bupati Klaten, Hj. Sri Mulyani di PT. Wirasindo Santakarya (Wisanka) Ceper, Klaten, Senin (2/3/2020). Kunjungan ini dalam rangka untuk mengetahui pola sistem kemitraan industri berdasarkan RD & D serta keberadaannya yang menggarap pasar ekspor dan domestik yang dilakukan oleh Pemerintah Indonesia. Dengan ini furnitur nasional siap menjadi tuan rumah di negeri sendiri.

Dalam kunjungan tersebut, Ketua PT Perabot Wisanka Kepada Menteri UKM Tenten Masduki, industri furnitur atau furnitur di PT Wisanka siap berkolaborasi dengan arahan Presiden RI Joko Widodo untuk menyumbang devisa dan mengurangi devisa negara. Serta siap memajukan & mengembangkan potensi lokal serta terus mendorong masyarakat untuk mencintai produk dalam negeri. Kunjungan Menteri Koperasi Usaha Kecil dan Menengah RI ini diharapkan dapat menjadi langkah konkrit bagi pemerintah Indonesia untuk memajukan dunia usaha dalam negeri.
Dari segi kualitas Produksi PT Wisanka, Tidak ada keraguan
Perusahaan furnitur berkelas internasional ini, produksinya telah menyebar ke berbagai negara sahabat. Menteri Koperasi Usaha Kecil dan Menengah Indonesia, Dr. H.Teten Masduki menambahkan bahwa dengan banyak industri di Indonesia, Pemerintah Indonesia berusaha mendorong untuk mengekspor produk yang sudah ada. Potensi ekspor yang banyak diminati adalah dekorasi rumah, salah satunya furnitur. Furniture / pusat produksi furnitur umumnya ditemukan di Jawa Tengah, oleh karena itu Pemerintah Indonesia, terutama Kementerian Koperasi UKM, menantang bisnis untuk mengekspor produk mereka. Dan mengajak sinergi dengan pemerintah untuk mencapai target pemasaran yang ditetapkan oleh pemerintah. Jadi pemerintah menyampaikan kepada semua pelaku usaha untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas produk mereka sehingga produk tersebut memenuhi syarat untuk bersaing dengan produk asing.
Selain itu, ada sejumlah pelaku bisnis yang mengklaim bahwa produk mereka memang cocok untuk ekspor, tetapi dengan alat dan sumber daya manusia yang terbatas, pengerjaan produk ini sedikit terhambat. Maka dengan keterbatasan operator bisnis pada peralatan yang mereka gunakan, pemerintah telah mengeluarkan program restrukturisasi. Program restrukturisasi adalah program yang dibuat oleh pemerintah untuk memudahkan harga mesin baru yang akan dibeli oleh pelaku bisnis.

